Sebuah catatan singkat dari sebuah fenomena yang ada.
Dari mata turun ke hati. Pernyataan tersebut sering digunakan dalam situasi percintaan. Akan tetapi pernyataan itu bisa saja sejalan dengan dunia lain seperti fotografi apabila ditarik salahsatu makna dari kalimat tersebut yakni sebuah proses. Proses yang ingin saya bahas kali ini adalah foto yang memiliki makna/jiwa (soul).
Mata sebagai pintu dari penilaian bukanlah sebuah akhir dari penilaian fotografi. Meski mata adalah hal penting didalam 'Pengalihan atau ketertarikan awal dari proses menikmati sebuah karya fotografi. Kalau kita dengan rendah hati melihat kedalam diri kita sendiri sebagai fotografer di Indonesia maka fenomena di Indonesia sekarang ini bahwa kepuasan mata seperti raja yang mengalahkan segalanya, termasuk fotografi yang memandang akan makna. Idealnya, fotogarfi seharusnya dapat diterima dengan baik oleh mata tapi juga harus menyampaikan makna kepada penikmat. Dua kunci itulah yang seharusnya dipegang oleh setiap fotografer atau calon fotografer. Dan untuk menjadi fotografer yang memotret dengan makna memerlukan proses penempaan dalam belajar. Fotografer yang dikatakan matang adalah fotografer yang tidak hanya dapat secara teknis merekam momentum dengan cahaya akan tetapi dapat menyampaikan makna yang dikandung didalam hasil karyanya.
Majulah fotografi Indonesia.
Salam
Karie Rio Dwisandy












--
Bonek Mania And Proud ! Persebaya 1927 Forever ! Support Liga Primer Indonesia
Commission Closed for a while
Quote from Kaskus
lebih baik diem n keliatan bego daripada ngomong begonya keluar
long time no see
fotonya tetep mantep ni kak, kapan2 hunting bareng kak
~visit my gallery~
[link]
saia alfie pasukan dkv PC,,,,,
mampir ajj pak,,,mw cari inspirasii,,,spa tw nyangkut....
..wkwkwkkk...
--
Dong Hae's smile and Heechul's face are part of my face LOL
--
shincan
Salam
yess..ada gru pembimbing bru..
ne eddy..DG MALAM..
Salam
Rio